![]() |
| Foto ilustrasi (Ai) |
NARASIWARTA.COM – Kondisi Jalan Pattimura di Kecamatan Dumai Kota, yang menghubungkan Kelurahan Dumai Kota dan Laksamana, menjadi sorotan tajam masyarakat. Jalan yang merupakan salah satu akses vital menuju Pelabuhan Pelindo Dumai itu kini dalam kondisi memprihatinkan dan dinilai membahayakan pengguna jalan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ruas jalan tersebut sudah lama tidak tersentuh perbaikan menyeluruh melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Dumai. Perbaikan yang dilakukan selama ini hanya bersifat tambal sulam, bahkan sebagian dilakukan secara swadaya oleh masyarakat setempat.
Di sepanjang Jalan Pattimura terdapat sejumlah fasilitas penting, seperti Kantor Camat Dumai Kota, Kantor Lurah Laksamana, serta SMP Negeri 1 Dumai, yang setiap hari dilintasi kendaraan masyarakat. Kondisi ini memperparah dampak kerusakan jalan terhadap aktivitas publik.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa sejak kepemimpinan Wali Kota Dumai, Paisal, pada awal 2021, belum ada perbaikan signifikan di ruas jalan tersebut.
“Setahu saya sudah lama tidak ada perbaikan yang serius, hanya tambal sulam. Padahal jalan ini sudah seharusnya ditingkatkan kualitasnya,” ujarnya, Sabtu (28/3/2026).
Pantauan di lapangan menunjukkan, kondisi jalan semakin memburuk dengan banyaknya lubang di berbagai titik. Kerusakan tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama pada malam hari atau saat hujan ketika lubang tertutup genangan air.
Warga menyebut, sejumlah pengendara, khususnya pengguna sepeda motor, telah menjadi korban kecelakaan tunggal akibat menghindari lubang atau kehilangan kendali saat melintas.
“Sudah banyak yang jatuh. Ini bukan lagi soal kenyamanan, tapi keselamatan,” tambahnya.
Pemerhati sosial, Mufaidnuddin, SH, mendesak Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk segera melakukan perbaikan menyeluruh. Ia juga meminta transparansi anggaran pemeliharaan jalan agar masyarakat mengetahui komitmen pemerintah dalam menangani persoalan tersebut.
“Jangan tunggu ada korban jiwa baru bergerak. Penganggaran harus adil sesuai kewenangan. Jalan Pattimura ini statusnya jalan kota, jadi prioritas APBD kota,” tegasnya.
Mufaidnuddin turut mengapresiasi respons Anggota DPRD Dumai, Edison, yang menyoroti kondisi jalan tersebut. Namun, ia juga mempertanyakan peran anggota DPRD lainnya dari daerah pemilihan Dumai Kota–Dumai Selatan.
“Seharusnya anggota DPRD dari dapil ini lebih peka terhadap kondisi di lapangan,” ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan data Dinas PU Kota Dumai tahun 2025, sekitar 900 ruas jalan atau 32 persen dari total 3.000 ruas jalan berstatus kota berada dalam kondisi kurang baik.
Dikutip Erzednews.com, Kamis (12/3/2026), Kepala Bidang Bina Marga Dinas PU Dumai, Yomi Indriansyah, menyatakan bahwa perbaikan jalan dilakukan secara bertahap setiap tahun, menyesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah. Program yang dilaksanakan meliputi pembetonan, pengaspalan, hingga overlay ulang.
“Perbaikan tetap dilakukan secara berkala sesuai anggaran yang tersedia,” kata Yomi Indriansyah.
Namun demikian, Mufaidnuddin menilai pernyataan tersebut belum tercermin di lapangan, khususnya untuk Jalan Pattimura yang hingga kini belum mendapatkan penanganan komprehensif.
Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi pejabat teknis di Dinas PU, termasuk Yomi Indriansyah yang baru kembali menjabat di bidang tersebut.
“Semoga mampu menjawab persoalan jalan di Dumai di tengah keterbatasan anggaran,” pungkasnya. (tim/red)









0 Komentar